Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Sehelai Rambut Simpan Sejarah Makanan

Dari selehai rambut, informasi lengkap mengenai makanan yang disantap seseorang bisa diketahui termasuk sejarahnya. Teknik ini bisa digunakan untuk forensik.

Sebelum penelitian ini, sudah ada beberapa metode untuk pengujian sampel rambut dalam menemukan petunjuk karbon, namun metode-metode tersebut menghancurkan sampel-sampel kecil dalam rambut. Metode-metode seperti itu dapat memberikan informasi hal-hal yang dimakan, tapi tidak dapat memberikan informasi kapan makanan itu disantap.

Metode baru yang dikembangkan di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) ini menggunakan laser ultraviolet yang dapat mengambil sampel pada rambut tanpa merusak daerah sekitarnya. Setelah dipisahkan, partikel dapat dianalisis lebih lanjut.

Kamis, 05 Mei 2011

Bomi, Mahakarya Bangsa Rayap

Rayap sering dituding sebagai perusak bangunan. Padahal, tidak selamanya demikian. Spesies rayap Macrotermes sp, misalnya, memiliki keahlian unik dalam membuat bangunan rumah dengan kecanggihan teknologi yang mencengangkan manusia.

Rumah rayap atau musamus, ada juga yang menyebutnya bomi atau rai, hanya bisa ditemukan di Taman Nasional (TN) Wasur, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Selain bangunannya kuat dan tahan gempa, rumah mereka memiliki kecanggihan ventilasi yang bisa mempertahankan suhu hangat secara stabil dan tak terpengaruh cuaca luar. Dengan memaksimalkan desain ruangan, lorong-lorong, cerobong, dan memanfaatkan angin untuk menciptakan tekanan, mereka menerapkan rahasia alam yang baru terungkap sebagian saja oleh para peneliti.

Selasa, 03 Mei 2011

Ciptakan Batu Bara Ramah Lingkungan

Di tengah kebuntuan memenuhi permintaan energi yang makin meningkat, teknologi Geo Coal muncul. Teknologi tersebut mampu mengubah batubara peringkat rendah (low rank coal) yang kini kurang dimanfaatkan menjadi sumber energi yang murah, efisien, sekaligus lebih ramah lingkungan.

Teknologi Geo Coal ini dikembangkan oleh Ir Harsudi Supandi, peneliti energi sekaligus Presiden Direktur Total Synergy International (TSI). Peluncuran teknologi yang kini telah memasuki proses paten tersebut dilakukan hari ini, Rabu (20/4/2011), di Grand Hyatt Hotel, Jakarta.

Harsudi mengungkapkan, ada dua jenis batubara. Jenis pertama adalah batubara peringkat tinggi (high rank coal) yang punya kandungan air rendah, konten energi tinggi, kalori tinggi dan lebih efisien dalam pembakaran. "Jenis batubara inilah yang sekarang dimanfaatkan," kata Harsudi.